Akibat Penggunaan Gadget Bagi Balita, Anak Terlambat Bicara dan Tidak Bisa Kendalikan Emosi. Saat masa perkembangan anak, penting bagi orang tua untuk memberikan perhatian dan membangun perasaan yang saling terhubung dengan buah hati. Tujuan orang tua memberikan gadget adalah semata-mata agar anak diam dan tidak tantrum.

Gadget adalah media yang di pakai sebagai alat komunikasi modern. Gadget semakin mempermudah kegiatan komunikasi manusia. Kini kegiatan komunikasi telah berkembang semakin lebih maju dengan munculnya gadget.

Bukan rahasia lagi bahwa anak-anak zaman sekarang sudah terpapar dengan berbagai macam gadget dan teknologi di usia yang sangat muda. Sementara beberapa orang percaya bahwa ini dapat bermanfaat bagi perkembangan mereka, ada juga yang berpikir bahwa itu dapat merugikan.

Akibat Penggunaan Gadget Bagi Balita, Anak Terlambat Bicara dan Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Tidak dapat disangkal bahwa gadget dan teknologi dapat memberikan banyak manfaat bagi anak. Misalnya, mereka dapat membantu meningkatkan keterampilan kognitif dan koordinasi tangan-mata mereka. Mereka juga dapat mempelajari hal-hal baru dan mengenal budaya yang berbeda melalui penggunaan aplikasi dan internet.

Solusi terhadap permasalahan pemakaian gadget pada anak usia dini dengan cara membatasi pemakaian gadget, mengawasi anak dalam bermain gadget dengan figur orang tua yang berperan sangat penting serta memberi jadwal waktu yang tepat saat anak bermain gadget, agar gadget tidak dapat menghambat perkembangan sosial anak usia dini.

Menenangkan anak berusia di bawah lima tahun (balita) dengan cara memberinya gadget, merupakan tindakan yang berpengaruh buruk bagi tumbuh kembang anak.

Namun, sebagian orang tua kerap mengambil jalan instan seiring dengan berkembangnya teknologi, yaitu memberikan gadget terlalu dini dengan waktu screen time yang tidak diatur.

Dokter spesialis kesehatan fisik dan rehabilitasi medik, Ari Ratna Manikam, menjelaskan bahwa orang tua perlu memahami jika anak mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan.

Diantaranya genetik. Bisa dipengaruhi dari lingkungan, prenatal (saat di dalam kandungan, Red) dan postnatal (pasca dilahirkan, Red).

“Prenatal berkaitan dengan kondisi ibu yang tidak boleh stres selama hamil, bisa juga karena kekurangan gizi,” jelas dokter di RSUD Pandan Arang Boyolali ini.

Sedangkan postnatal berkaitan dengan lingkungan dan kebutuhan dasar anak, yakni asah, asih serta asuh, termasuk stimulasi.

Akibat Penggunaan Gadget Bagi Balita, Anak Terlambat Bicara dan Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Dalam perkembangannya, anak memiliki effort besar untuk bisa berdiri, berjalan dan lainnya. Hanya saja, terkadang orang tua tidak memahaminya.

Ari menjelaskan, perkembangan anak memiliki pola sama, tetapi kecepatannya berbeda-beda.

Pada masa perkembangan itulah, anak membutuhkan stimulus dari orang tua. Pola perkembangan anak dimulai dari bagian atas, baru turun ke bawah.

Akibat Penggunaan Gadget Bagi Balita, Anak Terlambat Bicara dan Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Dimulai dari dari fase kepala, ke punggung lalu ke kaki. Jika satu fase terlewati, maka akan berefek pada anak kedepannya.

“Fase anak dimulai dari tengkurap, baru angkat kepala, ongkok-ongkok duduk, baru merangkak dan duduk,” ungkap Ari.

Pada usia 10 bulan, bayi masuk fase berdiri, dan berjalan berjalan pada usia 12 bulan.

Baca Yuk :  Tips Cara Membantu Perkembangan Komunikasi Anak Usia 2 Tahun

Akibat Penggunaan Gadget Bagi Balita, Anak Terlambat Bicara dan Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Ari kerap menerima pasien dengan keluhan anak terlambat bicara. Ia menjelaskan jika salah satu faktornya karena anak terlalu dini terkontaminasi dengan gadget.

“Teknologi sekarang sangat canggih. Screentime sangat berpengaruh pada kasus keterlambatan bicara,” kata dia.

Gangguan perkembangan anak yang terlalu dini terkontaminasi gadget lainnya adalah kesulitan mengendalikan emosi. Anak menjadi moody hingga tantrum alias mengamuk.

Akibat Penggunaan Gadget Bagi Balita, Anak Terlambat Bicara dan Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Tantrum berawal dari trial and error anak untuk mencari perhatian dari orang tuanya. Awalnya anak meminta sesuatu secara biasa, tapi orang tua malah sibuk main ponsel atau lainnya.

Akhirnya anak akan berusaha lebih untuk mencari perhatian dari orang tuanya.

“Dua kali meminta tapi tidak direspon. Akhirnya anak berteriak minta susu, lalu marah-marah dan membanting-banting barang. Terkadang gangguan emosi anak berawal dari kurangnya perhatian orang tua. Seperti sentuhan fisik,” tutur Ari.

Efek kesehatan

Ada efek kesehatan positif dan negatif dari gadget modern pada perkembangan anak. Sisi positifnya, penggunaan gadget dapat membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Mereka juga dapat meningkatkan penglihatan anak-anak dan meningkatkan rentang perhatian mereka. Sisi negatifnya, gadget dapat menyebabkan masalah seperti sakit kepala, sakit leher, dan mata kering. Penting bagi orang tua untuk menyadari dampak positif dan negatif dari gadget modern pada perkembangan anak.

Gadget juga dapat berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Sisi positifnya, gadget dapat membantu anak merasa terhubung dengan teman dan anggota keluarganya. Mereka juga dapat memberikan rasa aman bagi anak. Sisi negatifnya, gadget dapat menimbulkan perasaan terisolasi dan kesepian. Sekali lagi, penting bagi orang tua untuk menyadari efek emosional positif dan negatif dari gadget modern pada perkembangan anak.

Kesimpulannya, ada pengaruh positif dan negatif gadget modern terhadap perkembangan anak. Orang tua perlu mewaspadai efek tersebut agar dapat membantu anaknya menggunakan gadget dengan cara yang bermanfaat bagi perkembangannya.

Efek Media Sosial

  1. Efek Media Sosial

Media sosial telah menjadi salah satu bentuk komunikasi yang paling populer, terutama di kalangan anak muda. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa lebih dari 60% remaja menggunakan media sosial setiap hari. Meskipun media sosial dapat menjadi cara yang bagus untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, media sosial juga dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.

  1. Efek Negatif Media Sosial

Salah satu dampak negatif dari media sosial adalah dapat menyebabkan kecanduan. Penelitian telah menunjukkan bahwa media sosial bisa membuat ketagihan seperti narkoba atau alkohol. Efek negatif lainnya adalah dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Ini karena orang membandingkan hidup mereka dengan kehidupan “sempurna” yang mereka lihat di media sosial dan merasa tidak sesuai. Hal ini juga dapat menyebabkan cyberbullying. Ini adalah saat orang menggunakan media sosial untuk menindas orang lain dengan memposting komentar jahat atau menyebarkan desas-desus tentang mereka.

  1. Efek Positif Media Sosial
Baca Yuk :  Tips Cara Membantu Perkembangan Komunikasi Anak Usia 2 Tahun

Terlepas dari efek negatifnya, media sosial juga dapat memiliki beberapa efek positif pada perkembangan anak. Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, terutama jika Anda tinggal jauh dari mereka. Hal ini juga dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunkasi

Perkembangan Mental

Tidak dapat disangkal bahwa gadget modern telah merevolusi cara kita hidup. Mereka telah membuat hidup kita lebih mudah dan nyaman dalam banyak hal. Namun, ada juga beberapa potensi kerugian dari meningkatnya penggunaan gadget oleh anak-anak.

Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pengaruh gadget terhadap perkembangan mental anak. Beberapa ahli percaya bahwa terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk menatap layar dapat memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi dan memperhatikan. Selain itu, ini juga dapat menyebabkan masalah dengan memori jangka pendek.

Kekhawatiran lainnya adalah gadget dapat membuat anak sulit bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain. Dengan lebih banyak anak menghabiskan waktu bermain dengan ponsel atau tablet mereka, mereka mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk terlibat dalam interaksi tatap muka dengan teman sebayanya. Hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan keterampilan sosial mereka.

Secara keseluruhan, ada efek positif dan negatif dari gadget modern pada perkembangan anak. Orang tua perlu menyadari kedua belah pihak sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat tentang penggunaan perangkat ini oleh anak mereka.

Hubungan Antara Penggunaan Perangkat dan Kebiasaan Tidur

Salah satu efek yang paling umum dari gadget pada anak-anak adalah kebiasaan tidur mereka. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 menemukan bahwa 50% anak usia 8-11 tahun menggunakan perangkat seluler satu jam sebelum mereka tidur. Angka ini bahkan bisa lebih tinggi untuk remaja. Cahaya biru (Blue Light) dari layar dapat mengganggu siklus tidur alami anak, yang menyebabkan kualitas tidur lebih buruk. Hal ini dapat berdampak besar pada kesehatan dan perkembangan anak.Penggunaan gadget juga dapat menyebabkan aktivitas fisik berkurang. Anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan bermain dengan gadget mereka kehilangan kesempatan penting untuk aktivitas fisik. Hal ini dapat menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan lainnya di kemudian hari.Penting bagi orang tua untuk memantau penggunaan gadget anak-anaknya dan memastikan tidak menjadi berlebihan. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif bagi kesehatan dan perkembangan anak. Namun, jika digunakan secukupnya, gadget bisa menjadi bagian positif dari masa kanak-kanak.

Konflik Keluarga dan Stres Orang Tua

  1. Dalam beberapa kasus, orang tua memilih untuk membelikan gadget untuk anak-anak mereka sebagai bentuk ikatan. Namun, ini menjadi bumerang ketika gadget menjadi pengganti perhatian orang tua. Anak mulai berpikir bahwa mereka hanya dicintai ketika mereka menerima gadget baru dan ini menciptakan kebencian dan konflik keluarga.
  2. Efek negatif lain dari gadget modern pada anak adalah stres orang tua. Dengan paparan konstan ke media sosial dan siklus berita 24/7, orang tua berada di bawah tekanan besar untuk memberi anak-anak mereka gadget terbaru dan terhebat. Hal ini dapat menyebabkan tekanan finansial dan kecemasan.
  3. Gadget juga dapat berdampak negatif pada perkembangan anak. Karena sangat mudah diakses, anak-anak sering menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain dengan mereka daripada melakukan aktivitas lain yang penting untuk perkembangan mereka, seperti aktivitas fisik, interaksi sosial, dan permainan kreatif.
Baca Yuk :  Tips Cara Membantu Perkembangan Komunikasi Anak Usia 2 Tahun

Proses Berpikir

  1. Penggunaan gadget terbukti dapat membantu anak mengembangkan proses berpikirnya. Ini karena mereka dapat lebih terlibat dengan konten dan memikirkannya dari sudut yang berbeda. Ketika anak-anak dihadapkan pada ide-ide baru, mereka dapat mulai memikirkannya dengan cara baru dan menemukan solusi mereka sendiri.
  2. Gadget juga dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mereka. Hal ini dikarenakan mereka seringkali harus memikirkan cara menggunakan gadget atau cara memperbaikinya jika rusak. Paparan ini dapat membantu mereka mengembangkan pemikiran logis dan keterampilan memecahkan masalah.
  3. Selain itu, gadget juga dapat membantu anak mengembangkan kreativitasnya. Hal ini dikarenakan mereka seringkali harus menemukan cara baru untuk menggunakan gadget atau mencari cara baru untuk menyelesaikan masalah. Paparan ini dapat membantu mereka menjadi lebih kreatif dalam berpikir.

Secara keseluruhan, gadget dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak. Mereka dapat membantu mereka mengembangkan proses berpikir, keterampilan memecahkan masalah, dan kreativitas mereka. Orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk menggunakan gadget dalam jumlah sedang sehingga mereka dapat memetik manfaat dari paparan ini.

Kontrol Orang Tua atas Screen Time  dan Teknologi Secara Keseluruhan

Di hari ini dan usia, lebih penting dari sebelumnya bagi orang tua untuk menyadari efek gadget modern pada perkembangan anak-anak mereka. Screen time adalah salah satu area perhatian terbesar.

Meskipun ada beberapa manfaat dari screen time yang terbatas, seperti aplikasi pendidikan dan pembelajaran menggunakan teknologi, terlalu banyak screen time dapat merugikan. Ini dapat menyebabkan masalah dengan perhatian dan konsentrasi, masalah tidur, perilaku agresif, dan obesitas.

Itulah mengapa sangat penting bagi orang tua untuk membatasi screen time anak-anak mereka dan memastikan mereka menggunakan teknologi dengan cara yang sehat. Ada beberapa cara untuk melakukan ini:

  1. Tetapkan batas screen timesecara keseluruhan dan untuk perangkat tertentu.
  2. Pilih kualitas daripada kuantitas dalam hal konten – cari aplikasi dan situs web yang mendidik atau memperkaya daripada hanya membiarkan anak-anak Anda menelusuri media sosial atau bermain game tanpa berpikir.
  3. Contohkan perilaku sehat Anda sendiri – simpan ponsel Anda sendiri saat Anda menghabiskan waktu bersama anak-anak Anda dan beri mereka perhatian penuh.
  4. Terlibat dalam aktivitas online anak Anda – ketahui apa yang mereka lakukan, siapa yang mereka bicarakan.

Akibat Penggunaan Gadget Bagi Balita, Anak Terlambat Bicara dan Tidak Bisa Kendalikan Emosi

Sumber : https://www.jawapos.com/